Oleh: Ust. Abdus Syukur, Lc,. M.Th.I
Musim hujan senyatanya adalah musim penuh keberkahan, karena setiap hari kita bisa mendapatkan berkah dari langit. Tentang keberkahan air hujan ini Allah menegaskan dalam beberapa ayat Alquran, seperti firman Allah, “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh dengan keberkahan, lalu Kami tumbuhkan pepohonan dan biji-bijian yang bisa dipanen, serta pohon kurma yang tinggi dan bermayang tersusun, sebagai rezeki bagi hamba-hamba Kami, dan dengan air itu pula Kami hidupkan negeri-negeri yang mati atau tandus. Seperti itulah terjadinya kebangkitan dari kubur.” (QS. Qaf [50]: 9-11).
Ayat di atas menjelaskan beberapa keberkahan air hujan, di antaranya adalah menumbuhkan pepohonan, biji-bijian, dan berbagai tanaman lainnya, menyuburkan tanah-tanah yang gersang dan tandus, sehingga layak untuk ditempati dan ditanami. Semua itu tujuannya tidak lain kecuali sebagai rezeki yang diberikan kepada semua makhluk-Nya, terutama manusia dan binatang.
Di samping itu, hujan juga menjadi berkah bagi daerah-daerah yang rentan terkena dampak kebakaran hutan, sekaligus menjadi berkah bagi daerah yang memiliki tingkat polusi udara sangat tinggi. Air hujan layaknya pembersih alami terhadap kotoran dan debu yang berterbangan dan mengotori alam dan lingkungan sekitar kita.
Air hujan juga menjadi berkah istimewa bagi daerah-daerah yang terkena bencana kekeringan, kesulitan air bersih dan kekurangan air minum yang layak konsumsi, Allah menegaskan, “Dialah yang menurunkan air hujan dari langit untuk kalian. Sebagian untuk dijadikan minuman dan sebagian lainnya untuk menyuburkan tumbuhan, sehingga kalian bisa mengembalakan ternak kalian.” (QS. An Nahl [16]: 10).
Sebab berkah air hujan semua makhluk tertolong, baik tumbuhan, binatang, bahkan manusia itu sendiri, sehingga setiap kali turun hujan kita dianjurkan untuk berdoa, “Shayyiban nafi’an”, semoga air hujan ini menjadi air hujan yang bisa membawa berkah dan manfaat untuk semua makhluk tersebut.
Namun demikian, terkadang bagi sebagian kita hujan tidak selamanya diterima sebagai berkah, tapi sebagai ujian, semisal hujan yang menyebabkan banjir, hujan yang menyebabkan tanah longsor, hujan yang disertai gemuruh halilintar, hujan yang disertai badai dan angin kencang, dan berbagai musibah lainnya.
Oleh karenanya, setiap kali melihat mendung raut wajah Rasulullah berubah, sebagaimana dikisahkan oleh Aisyah, jika Rasulullah melihat mendung atau angin raut wajahnya berubah, maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika orang-orang melihat mendung mereka riang gembira dan berharap agar hujan segera turun, namun berbeda dengan engkau, jika melihat mendung wajah engkau berubah seperti orang yang tidak senang,” Nabi menjawab, “Wahai Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman, siapa tahu ini merupakan adzab, karena pernah suatu kaum (kaum ‘Ad) diberi adzab dengan datangnya angin, kaum tersebut sangat gembira ketika melihat mendung, sehingga mereka berkata: ini adalah awan yang akan menurunkan hujan untuk kita (padahal itu adzab bagi mereka).” (HR Bukhari dan Muslim).
Semoga musim hujan kali ini menjadi berkah bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin.